Sabtu, 24 November 2018
"Pesan Pak Inspektur" Oleh: UmiSamsul Hidayati, S.Ag
Pesan Pak Inspektur
Oleh Umi Samsul Hidayati, S.Ag.
Keesokan harinya menjelang pukul 07.00 dimadrasah
para siswa dan sebagian guru sudah menuju ke lapangan upacara, sambil penasaran
siapa gerangan yang akan menjadipembina upacara kali ini.
Selanjutnya Waka Kesiswaan, bapak Supriadi, S.Pd. menggunakan
pengeras suara meminta para siswa untuk membentuk barisan sesuai tempat yang
sudah disiapkan. Ada pemandangan yang berbeda, dibagian depan peserta upacara
ada penunjuk barisan berdasarkan kelas VII, VIII, IX putra dan putri. Hal lain
yang membuat pemandangan yang menjadi berbeda adalah posisi bapak ibu guru, kali
ini posisi yang disediakan untuk bapak ibu guru ada diselah kanan dan kiri bendera,
jaraknyapun semakin dekat, membuat
pelaksanaan upacara lebih khidmat.
Upacara berjalan lancar, dan tibalah saatnya Amanat PembinaUpacara.
Pemimpin upacara langsung memberi aba-aba:”Semua pasukan... Istirahat di
tempaaatgrak!”. Sontak saja seluruh peserta upacara mengikuti aba-aba dari
pemimpin upacara. Selanjutnya pembina upacara mengucapkan salam dan menyampaikan
beberapa hal.Berikut adalah rangkumannya:
1. Ucapan
selamat atas prestasi membanggakan yang diraih oleh MTsN 6 Jombang yang telah
dinobatkan sebagai MadrasahRamahAnakTebaikNasionalTingkatMTs.
Hendaknya prestasi ini dijadikan pemacu semangat yang lebih baik lagi. Ramah
anak adalah sikap yang baik, tetapi tidak berarti bahwa anak harus
disanjung-sanjung, diperlakukanisgimewa secara berlebihan, karena hal itu akan menghilang daya juang (struggle) anak. Ramah
anak harus tetap mengutamakan tumbuhnya sikap disiplin, karena sikap inilah yang akan mengantarkan sesoranganak meraih
impiannya. Ramah anak memang antikekerasan,
tetapi selama sikap keras itu tidak membahayakan fisik dan dilakukan dalam
rangka pembinaan hal itu diizinkan.Demikian, yang disampaikan oleh bapak pembina upacara. Beliau juga menyampaikan
bahwa telah ada pengertian bersama antara Kapolri dan Mendikbudtentang sikapkeras sepanjang dalam tujuan
penegakan disiplin itu ditolerir.
2. Terkesan
dengan janji siswa yang ketigayaitu‘Taat,
patuh, dan hormat kepada bapak ibu guru, di dalam lingkungan madrasah’. Dalam
hal ini guru diposisikan sebagai orangtua dimadrasah, maka selayaknyalah siswa mengembangkan
sikap sebagaimana dalam janji siswa yang ketiga tersebut. Karena seringnya
ditemui peristiwa yang kurang baik dari sebagian siswa yang berlaku negatif
terhadap guru. Saya berikan tambahan sebuah
keterangan yang terdapat didalam kitab yang populer dikalangan pesantren
yaitu ‘Taliimu Al Muta’allim’ karangan
SyaikhAz- Zarnuji, ada sebuah syair populer yang sarat makna:
اَلا لاَ تَناَلُ اْلعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ
ذَكاَءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِباَرٍ
وَبُلْغَةٍ وَإِرْشَادِ أُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ
Ada 6 poin pentingyang menjadi
syarat dan harus diperhatikan oleh seorang murid atau siswa agar sukes belajar,
yang pertama: kecerdasan, kedua: kemauan yang kuat, ketiga:kesabaran, keempat:
pengorbanan (beaya dan waktu), kelima: petunjuk guru, dan keenam: waktu yang
lama. Dansyarat yang kelimayaknipetunjuk guru, inilahyangmenjadiperhatiandalampesanpembinaupacara. Beliau begitu menekankan agar para
siswa memperhatikan petunjuk guru sebagaimana tercantum dalam ‘Janji Siswa’.
3.
Menyoroti
masalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang (baca: narkoba). Dalam banyak
pemberitaandiinformasikan maraknya penyalahgunaan narkoba. Hal ini bisa bermula
dari rayuan teman dalam bentuk gaya atau kebiasaan hidup, saling memberi dalam
jumlah dan dosis yang ringan, lama kelamaan kalau sudah ketagihan maka akan
bersedia untuk membeli meskipun harganya mahal.
Pembinaupacarajugaberpesanagarparasiswabenar-benar
menjauhinarkoba karena efekterburuk
dari narkoba dalam kepolisian disebut ‘goblokpermanen’
dan bisa turun derajat seperti anjing pelacak narkoba. Karena sering bekerja
menghirup narkoba lama kelamaan badan anjingpun terkena dampak buruknya, yangawalnya
sehat dan mempunyai harapan hidup sampai 10 tahun karena terkena dampak narkoba,
diusia 6 tahun anjing biasanya suxah sakit sakitan. Maka jadilah dia anjing
yang hanya diambil indahnya untuk dilihat, besar badannya tetapi tidak
berfungsi apa-apa.Demikian juga manusia, karena efek narkoba badan terasa sakit semua dan hilang harapan untuk sembuh
seperti sedia kala, ujung-ujungnya menjadi penghuni rumah rehabilitasi mental.
Semoga kita semua terhindar dari pengaruh buruk narkoba. Oleh karenanya semua
siswa harus tekun belajar, jaga pergaulan, dan perteguh keimanan.
4. Pesanagar
para siswa menjagakesehatan. Karena
untuk beraktifitasapapun dibutuhkan kondisi yang prima. Sepintar-pintarnya
siswa kalu sering sakit akan ketinggalan pelajaran dan tidak bisa berprestasi
secara maksimal, padahal masa depan Indonesia 20 sampai 30 tahun yang akan
datang ada dipundak generasi yang sekarang berusia belajar di SLTP.
5. Pesan
untuk tahun 2019.
Tahun 2019 disebut tahun politik
bagi bangsa Indonesia, karena di tahin tersebut aka diselenggarakan hajat besar
bangsa Indonesia yaitu pemilihan presiden
dan wakil presden dan pemilihan
anggota legislatif. Maka diharapkanpara siswa untuk tidak ikut-ikutan dalam masalah
politik. Pelajar tingkat tsanawiyah belum saatnya menggunakan hak pilih. Bagi
siswa yang memiliki gawai atau android untuk tidak memposting hal-hal yang bisa
meprovokasi termasuk yang mengandung ujaran kebencian. Bila ada teman yang
mengirimi hal-hal sedemikian, diharap untuk tidak diteruskan kepengguna yang
lain.
6. Pesan
dari Kasatlantas Jombang. Meskipun operasi zebra sudah usai, para siswa pengguna
jalan yang mengendarai kendaraan bermotor jangan kebut-kebutan, ugal-ugalan.
Jalan raya bukan arenabalapan. Bila terjadi kecelakaan bisa berakibat fatal
bagi kesehatan dan masa depan siswa sendiri.
7. Sangat
terkesan dengan prestasi siswa MTsN 6 Jombang,
terutama di bidang olahraga cabang bola voli, terlihat juga ketika
latihan di sore hari, passingballnyabaguus.Hmm, nampaknya beliau sangat
memperhatikan bagaimana siswa MTsN 6 Jombang bermain bola voli.
8. Harapan
semoga prestasi membanggakan disusul dengan prestasi dibidang yang lain.
Aamiin.
Alhamdulillaah, saya berhasil
merangkumkan pesan-pesan bapak pembina upacara, ada 8 poin, he..he..ada yang
saya tambahkan juga (boleh kan, pembaca?). Dan setelah menyampaikan
pesan-pesan, bapak Sarwiaji segera mengakhiri dengan salam yang dijawab
serentak oleh para peserta upacara, termasuk saya. Semoga peserta upacara
terutama para siswa bisa mengambil hikmah dari pesan-pesan tersebut. Aamiin.
#pesanpakinspektur
#ramahanak
#sehat
#disiplin
#teguhiman
Selasa, 20 November 2018
Tulisan Pertamaku By: Umi Samsul Hidayati, S.Ag.
Tulisan Pertamaku
By Umi Samsul Hidayati, S.Ag.
Bismillah
walhamdulillah wasshalatu wassalaamu alaa rasulillah. Bersyukur tak terhingga,
hari ini Kamis tanggal 15 November 2018 pada pukul 12.50, saya membuka whatsapp
grup MTsN 6 Jombang ada sebuah chat masuk dan taraaaa.. saya baca isinya adalah
informasi bahwa MTsN 6 Jombang, madrasah
tempat saya mengabdi sudah mempunyai media publikasi merupa blog dengan alamat:
http://mtsn6jombang.blogspot.com/?m=1.
Dan pada pukul 12.52 saya membalas
dengan emoticon jempol 3 biji, menunjukkan bahwa saya mengapresiasi terwujudnya
blog tersebut. Di era informasi digital seperti
ini , menurut saya, memiliki sebuah blog adalah kebutuhan yang harus dipenuhi, apalagi
bagi lembaga pendidikan negeri, sebagai bagian dari pusat informasi, syiar, dan
tempat sharing bagi warga MTsN 6 Jombang sendiri maupun khalayak luas yang
membutuhkannya.
Harapan
terbesar saya adalah bahwa saya bisa mendapatkan akses informasi yang akurat dan
bisa menyumbangkan informasi bagi publik terutama warga MTsN 6 Jombang. Hal ini
memang sangat saya tunggu-tunggu, mengingat profesi saya sebagai guru, yang
pada dewasa ini sangat berkaitan dengan sesuatu yang namanya ‘publikasi’. Sebagaimana
diketahui bahwa guru adalah sebuah ‘profesi’ dengan tugas utama yang berkaitan
dengan pembelajaran, mulai dari ‘merencanakan, melaksanakan, sampai
mengevaluasi pembelajaran’. Disamping itu guru sekarang harus
mengaktualisasikan diri dalam bidang ‘publishing’ sebagai bagian dari unsur
‘pengembangan diri’ dan dukungan terhadap program pemeritah yang berupa
‘Gerakan Literasi Madrasah (GLM)’. Untuk sekedar diketahui, bahwa GLM adalah
adopsi istilah atas GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang dicanangkan oleh lembaga
pendidikan dilingkungan Dinas Pendidikan, sedangkan dilingkungan Kementerian
Agama menggunakan kata Madrasah untuk kata Sekolah.
Nah..
Berkenaan dengan publikasi, sebenarnya ada yang memprovokasi (baca: memotivasi
dengan sangat kuat) saya untuk mengambil manfaat dari adanya blog yang baru saja
dibuat ini, dengan menulis apapun sebagai konten, minimal berupa artikel
sederhana, apapun isi atau pesannya. Tidak mudah memang, apalagi ini adalah
tulisan saya yang pertama kali (seandainya jadi) dalam publikasi digital.
Tujuan saya adalah memantik keberanian menulis dan dibaca publik (minimal oleh
saya sendiri).
Sejak
muncul ide sampai saya menulis kata yang sedang dibaca ini, sudah lebih dari
setengah jam lho.. saya menghabiskan waktu, meskipun sambil saya mengerjakan yang lain, termasuk menjawab panggilan suami
karena ada penjual makanan kecil menawarkan dagangannya, yaa.. terhenti
sejenak. Nah inilah tantangan bagi pemula, idenya masih suka putus nyambung
(seperti judul lagu saja..). Diam-diam saya memacu semangat dengan bergumam
dalam hati ‘harus bisa..’, ‘harus jadi..’ dan ‘publish..’. Tidak serta merta
memang, harus ulet sedikit demi sedikit,
dari satu kata, kalimat, paragraf.... lho..akhirnya jadi teks. Gaya
bertuturnya pun tidak baku seperti dalam teks laporan, saya justru membiarkan kalimat
demi kalimat saya mengalir apa adanya, kalau boleh saya istilahkan dengan gaya
yang ‘ngepop’, untuk mendekatkan selera pembaca biar tidak bosan. Oh ya. Saya
perlu menyampaikan, bahwa ini adalah tulisan
saya yang pertama yang sampai kepada
pembaca. Jadi sangat besar kemungkinan
pembaca juga menebak-nebak kemana arah landingnya tulisan saya ini.
Baiklah,
Saya ingin berbagi 2 kegelisahan saya
(baca: PR), yang ingin segera saya tunaikan. Yang pertama adalah RTL (buat saya pribadi) dari diklat yang saya ikuti
di madrasah yaitu membuat blog. Yang kedua adalah RTL (masih buat saya pribadi) dari DDWK Kankemenag
Kab. Jombang yaitu membuat bahan ajar
dalam bentuk modul.
Untuk
PR saya yang pertama, sebenarnya sudah tertunaikan, bahkan saya mempunyai 2
blog, yang pertama benar- benar fresh saya
buat pasca mengikuti diklat, dan yang kedua adalah..tralalala.. sebenarnya saya
sudah mempunyai blog yang saya buat pada
tahun 2012, begitu lamanya sampai membuat saya benar-benar melupakannya,
mungkin karena kudang pemahaman tentang manfaat blog yang saya miliki,
disamping faktor gagap teknologi (gaptek) dari saya. Bersyukurlah saya karena
ada tugas dari hasil diklat sehingga mau tidak mau saya berusaha membuat blog
yang berakibat terbukanya blog saya yang lama. Ha..ha.. Maaf , saya menertawakan
diri sendiri.
Untuk
PR yang kedua, membuat modul. Wah yang ini saya ingin mengulasnya lain kali
saja ya.. biar berlanjut idenya.
Walhasil,
saya merasa bersyukur bila tulisan yang tampak apa adanya ini sampai ke pembaca
yang budiman. Semoga bermanfaat. Dan salam literasi.
#gelis=gerakan
literasi
#matsanenabi
#sharingisinteresting
Tokoh Zaman Oleh: Umi Samsul Hidayati,S.Ag
Tokoh Zaman
Oleh: Umi Samsul Hidayati,S.Ag.
Semangat menulis datang lagi pada hari Minggu, saya biasa menyebutnya Ahad, ketika saya buka gawai pada grup WhatsApp, grup Staf Pimpinan di madrasah saya bekerja. Kepala madrasah berbagi informasi tentang aplikasi raport digital tetapi ada yang terikut dishare, yaitu tulisan berupa makalah tentang kurikulum, saya terlanjur membacanya secara cepat. Sepintas, ada yang kurang, dàn kekurangan itu saya sampaikan sebagai balasan di grup WA yang sama. Nah, baru tahu kalau sebenarnya itu salah unggah dan diharap tidak usah dibaca, mungkin karena bukan poin itu yang harus diperhatikan saat posting, melainkan ada yang lebih wajib diperhatikan yaitu Aplikasi Raport Digital (ARD).
Alih-alih membaca makalah yang salah unggah, saya jadi teringat kolom artikel yang ada di mtsn6jombang.blogspot.com yang masih kosong. Kesempatan emas saya ambil dengan menawar diri untuk mengisinya, tak lupa saya sampaikan bahwa sebenarnya saya sudah menyiapkan beberapa judul tulisan berupa artikel, ya.. yang ringan-ringan saja. Respon yang saya terima begitu menggugah semangat, bahkan kepala madrasah menyarankan bahwa semua guru untuk bisa menulis artikel di blog madrasah dan berharap bisa mengembangkannya menjadi buku. Yang lebih dahsyat lagi, beliau menyemangati dengan posting-nya: ”Nanti kalau sudah jadi buku dan menginginkan ber-ISBN, saya bersedia menyambungkan ke penerbit.”. Wow, dahsyat nian energi supportnya, sampai-sampai saya merasa terlalu tinggi (baca: mbediding, he.he.). Ok. Berikutnya saya tutup gawai dan menyimpannya di tas kecil saya, karena pada saat saya chating tadi sebenarnya saya sudah siap menghadiri undangan walimatul arusy. Dan selama acara walimah saya tidak lagi membuka WA grup Staf Pimpinan, saya lebih sibuk menggunakan gawai ini untuk jeprat-jepret mengabadikan momen-momen yang menarik perhatian saya. Apalagi ketika bertemu dengan gadis- gadis kecil keponakan saya yang menjadi pagar ayu atau pendamping pengantin.
Nah, sekarang saya bahas tentang Tokoh Zaman, yang mejadi judul dalam tulisan ini. Saya mengambil inspirasi dari paparan yang disampaikan dalam kegiatan Diklat Fungsional Media Pembelajaran Berbasis Multimedia beberapa waktu yang lalu di MTsN 6 Jombang. Adalah bapak Dr. H. Muchammad Toha, M.Si., Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, menyampaikan bahwa” Setiap zaman ada tokohnya, setiap tokoh ada zamannya”. Hal tersebut diungkapkan untuk memahami bahwa setiap pemimpin memiliki keistimewaan dan gaya serta tantangan di zamannya masing-masing. Jangan saling menyalahkan apabila ada kebijakan yang kebetulan tidak bisa memenuhi selera. Setiap pemimpin pasti menginginkan bahwa kepemimpinannya bisa diterima, bahkan berkesan dihati orang yang dipimpinnya. Dalam masalah kenegaraan di Indonesia, kita sering membandingkan masa kepemimpinan presiden, padahal setiap zaman ada problem yang berbeda sesuai tantangan zamannya.
Itu adalah contoh kepemimpinan dari tokoh-tokoh nasional. Sekarang, kita kerucutkan pada pengertian kepemimpinan diri, bukankah setiap orang adalah pemimpin? Nah, berkenaan dengan kepemimpinan diri ini, ada pertanyaan, ketokohan apa yang sudah kita buat untuk menjawab tantangan zaman? Kita sekarang hidup di era teknologi abad 21. Wow, keren ya istilahnya. Kalaupun belum bisa seperti gambaran tokoh-tokoh nasional yang disebut diatas, dan setidaknya kita tidak hilang ditelan zaman, maka mari berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar kita, karena sebentar lagi zaman untuk kita akan lewat diganti dengan zaman generasi berikutnya. Demikian zaman akan terus berganti dan terus tokoh-tokoh lain akan bermunculan. Lalu dimanakah kita? Jawabannya ada diwilayah ketokohan kita masing-masing. Oleh karenanya, menjadi penting untuk meningkatkan kualitas ketokohan kita sehingga kita tidak tertelan zaman. Mampukah kita? Yes.. pacu semangat bersama-sama bekerja dan bekerja bersama-sama dengan memilih dan membentuk komunitas yang sesuai dengan bidang kita masing-masing. Sangat banyak bidang yang bisa kita pilih. Dan sekarang kita sedang ada dibidang penulisan, yuk kita kembangkan diri di bidang ini. Apalagi kita sudah punya wadah untuk syiar bagi madrasah kita. Siapa yang akan meramaikan syiar ini kalo bukan warganya sendiri. Bagaimana? Pembaca bersemangat untuk menjadi tokoh zaman? Bila jawabannya ‘Ya’, maka yang mengisi artikel berikutnya adalah Anda, Pembaca artikel yang budiman. Itung-itung kita tingkatkan kepedulian kita dalam Gerakan Literasi Madrasah (GLM). Mari kita jawab support dari kepala madrasah untuk meramaikan artikel di blogspot kita dan mengembangkannya menjadi sebuah buku. Semoga.
#salamgelis
#gelisgerakanliterasi
#artikelyes
#matsanenabisa
Rabu, 14 November 2018
Pelatihan Fungsional Media Pembelajaran Berbasis Multimedia
| Pembukaan Diklat dihadiri oleh Bapak Drs.Abd Haris M.Pd.I Kepala Kemanag Jombang |
| Diklat Hari Pertama |
| Diklat Hari Kedua |
| Diklat Hari Ketiga |
| Diklat Hari Keempat |
| Diklat Hari Kelima |
| Diklat Hari Keenam |
| Penutupan Diklat Oleh Ibu Umi Mahmudah, M.Ed Kepala MTsN 6 JOMBANG |
| Foto Bersama Peserta Diklat Media Pembelajaran Berbasis Multimedia |





